Diantara deretan bangku dan kursi itu-itu saja
Pernah kuukir catatan indah bersamamu
Melukiskan kebersamaan dalam terang dan gelap
Hingga kita terseret dalam pintu perpisahaan
Wahai sahabat
Kau berada jauh di seberang jurang terjal
Yang memisahkan kita diantara semua kenangan
Kini aku tak lagi melihat binar mata berselimut kasih sayang
Kenangan itu kini berselimutkan debu tebal
Bagai serpihan awan menutupi cerah rembulan
Hanya menyisakan potongan-potongan cahaya redup
Tak lagi menampakan wujud manisnya
Wahai sahabat
Kepergianmu bagi asap ditampar angin kencang
Hanya meninggalkan sebuah buku kenangan
Yang aku simpan dalam sampul kehidupan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar