I
Ini blog baruku yang aku buat dua hari yang lalu. Aku pengen banget mencatat dan menyimpan semua tulisanku. Tapi aku bingung mau aku simpan dimana? Akhirnya, setelah aku nemuin ide buat bikin blog ini buat nyimpen semua catatan dan tulisanku. Ternyata mudah juga bikin blog, gak perlu repot-repot banget.
Sekarang aku sudah punya blog. Aku akan mencatat dan menyimpan semua tulisanku. Aku anggap ini tempat buat aku mencurahkan semuanya.
II
Sudah hampir empat bulan hidupku hanya dipenuhi dengan kegiataan yang ini-itu. Mulai dari bangun tudur hanya menyempatkan solat subuh, tidur lagi, jika ada bahan masakan, aku memasak, makan, nonton TV, Browsing, yah membosankan. Sudah hampir empat bulan juga aku hanya memandang ijasahku.
Ya, aku baru saja LULUS sekolah sejak bulan mei. Awalnya setelah aku lulus berniat kerja dan langsung dapat kerjaan. Lalu hasil dari kerja itu aku tabung buat biaya kuliah mendatang. Sebenarnya aku ingin sekali bisa langsung kuliah. Sayang, aku hanya bisa merunduk meratapi keadaan yang bisa dibilang belum ada kesempatan dan kurang begitu cukup. Jadi, aku hanya bisa menahan dan menunggu keajaiban.
Sekarang, aku jadi sosok yang tak jauh beda dengan seorang pengangguran. Beda dengan kakak saya. Dia bekerja disalah satu instabsi yang bisa dibilang bonavit. Dia bekerja dari jam satu sampai sepuluh malam. Sebelum dia berangkat kerja, saya sebagai satu-satunya penghuni yang menganggur harus melayani dia. Menyiapkan sarapan, bekal buat makan dia di tempat kerjanya. Kadang aku jadi tukang cucinya dia. Mencuci segala pakaiannya yang tiap hari menumpuk karena dalam satu hari dia ganti baju sampai dua kali. Kadang aku juga sebel ama dia. Selepas dia pulang kerja kadang dia menengok dan menamparku dengan kata-kata " dasar pengangguran " Mungkin itu bisa menyakitkan, tapi aku abaikan kata itu dan aku tak bisa berbuat apa-apa. Selanjutnya, dia langsung memerintahku untuk dibikinin minuman hangat ( teh manis ). Aku pun melakukannya.
Entah aku harus berbuat apa lagi. Sudah hampir 20 surat lamaran aku lempar ke berbagai lowongan lapangan pekerjaan. Tapi tak ada satupun yang menunjukan kesempatan itu. Dan kini aku makin tertunduk dan meratapi semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar